Senin, 17 Juni 2013

DIBACA BOLEH, DITIRU JANGAN

Saya sudah membaca ratusan novel. Baik itu novel remaja, metropop, romantis, chicklit, drama, dll. Dan, dari hasil membaca novel-novel itu saya memiliki kesimpulan bahwa nggak semua novel yang kita baca itu mengandung moral yang bagus. Banyak sekali novel yang seolah-olah mengesahkan free sex dan hubungan sesama jenis. Yeah, memang hal-hal seperti ini sudah lazim di jaman serba canggih tapi tetap saja sebagai anak muda, kita harus waspada. Jangan sampai, apa yang kita baca itu menjadi patokan dalam pergaulan dengan lawan jenis (dalam hal ini berkaitan dengan freesex). 

Dan, mengingat novel-novel itu beredar di toko buku dengan sangat bebasnya, saya rasanya kok berkewajiban mengingatkan para ortu yang punya anak remaja untuk lebih meneliti bacaan anak-anaknya. Kalau anak-anak remaja sudah mulai menyukai novel-novel romantis, sebaiknya para ortu ikut mengawasi novel yang dibacanya. Bila perlu ikut membaca sekilas novel itu lalu mendiskusikan isinya dengan si anak. Kenapa? Yah, karena banyak sekali kisah dalam novel yang isinya bisa ditiru anak-anak remaja seperti : berhubungan intim sebelum menikah, berciuman hot, dll.

Jadi, bukan saja pada saat anak berselancar di dunia maya yang harus diawasi, tapi juga saat mereka membaca novel-novel yang beraneka ragam jenisnya. 

Katakanlah, saya mungkin memang terlalu kolot, konservatif, whatever. Tapi, saya sungguh prihati dengan isi novel-novel jaman sekarang. Bahkan, ada satu novel Korea yang baru saja saya baca. Aduh, menurut saya
deskripsi tentang hubungan suami isteri di novel itu rada detail. Saya sampai kaget. Kalo novel kayak gini dibaca anak-anak remaja gimana coba? Padahal itu bukan novel stensilan atau novel yang rada XXX. Saya sampai mikir, kok penerbitnya nggak sadar ya? Kok, seperti nggak ada sensornya gitu? Memang sih bahasanya halus banget tapi tetap aja bikin ngeri.

Dan, dari dasar hati yang paling dalam, saya sungguh terbeban untuk mengingatkan hal ini kepada teman-teman blogger yang telah menjadi ortu atau sebentar lagi jadi ortu. Mungkin saja, ada yang punya anak-anak remaja yang sudah mulai baca novel-novel romantis. Hati-hati! Jangan sampai apa yang dibaca itu yang ditiru.



BANGKOK




Penulis : Moemoe Rizal
Penerbit : Gagas Media


Semalam baru aja selesai baca novel Bangkok. Idenya sih keren. Ada anak dapat warisan dari ibunya berupa 7 lembar jurnal yang ditulis di balik kalender dan tersebar di Bangkok. Unik kan idenya? Petualangan sang anak mencari 7 jurnal itu di seantero Bangkok, bikin saya berimajinasi pada tempat-tempat cantik di sana. Mengingatkan saya akan perjalanan wisata ke sana di tahun 2004. Tetapi, saya kurang menemukan unsur 'serunya'. Tadinya, saya pikir novel ini akan seperti novel romance yang berbau detektif atau misteri apa gitu.  Gak taunya, biasa aja.

Malah, beberapa jurnal ditemukan dengan mudah oleh orang-orang yang membantu mencari jurnal tersebut. Selain itu, tulisan tangan sang ibu bikin saya pusing membacanya. Kecil dan miring. Cetakannya nggak mantap. Mata minus silinder saya jadi makin cape membacanya. Beneran nggak nyaman membacanya.

Belum lagi, banyak sekali kata-kata makian ala orang bule. Duh, rasanya nggak enak aja gitu bacanya.

Itu kekurangan novel ini yang bikin saya kecewa. Hiks.....

Kelebihannya :

Selain ide yang unik, banyak pesan kehidupan di dalamnya. Seperti persoalan gender. Cowok yang memilih menjadi banci. Persoalan pelik ditinjau dari sudut agama terutama. Tetapi, ada unsur kemanusiaan di dalamnya yang bikin saya mikir : Kasihan sekali para waria itu. Mereka sebenarnya nggak mau seperti itu tapi....daripada tertekan dengan jenis kelaminnya, lebih baik jadi cewek jadian.

Tokoh yang saya sukai : Max, adik si Charm. Lucu, polos, tapi setia kawan.
Tokoh yang saya sebelin : Charm. Keras kepala amat nih cewek. Kalo mau begini harus begini. Tapi itu justru menjadi kelebihannya. Cewek yang penuh daya juang. Gak mudah menyerah.

Kamis, 13 Juni 2013

FIRST TIME IN BEIJING

 

Penulis : Riawani Elyta
Penerbit : Bukune

Novel yang bercerita tentang Lisa yang kembali bertemu dengan ayahnya yang tinggal di Beijing dan kini telah menikah lagi dengan seorang wanita Beijing. Lisa terpaksa tinggal bersama ayahnya yang merupakan sosok asing baginya karena ayah ibunya bercerai ketika ia masih kecil. Di rumah itu dia juga harus tinggal bersama dua saudara tiri, hasil pernikahan ibu tirinya dengan suami sebelumnya. Dan, bersama seorang adik perempuan yang masih bayi, hasil pernikahan sang ayah dengan ibu tirinya.

Keadaan juga memaksa Lisa untuk belajar memasak dan membantu ayahnya yang buka restoran di Beijing. Di sana dia berkenalan dengan Daniel, salah satu koki andalan restoran ayahnya. Daniel yang selalu membantunya dan menilai hasil masakannya pun jatuh cinta kepada Lisa, tetapi Lisa menolaknya. Padahal, dia juga menyukai Daniel. Hanya saja dia ragu dengan perasaannya. Sementara itu, Lisa juga mengenal Alex, seorang mahasiswa asal Indonesia yang punya pekerjaan part time sebagai local guide. Alex menyukai Lisa dan sering mengajak gadis itu ikut tour bersama para peserta tour dari Indonesia.

Kisah perjalanan Lisa mengikuti tour yang dibawakan Alex, bikin saya teringat akan pengalaman selama melancong di Cina beberapa tahun lalu. Salut banget dengan kepiawaian penulis menceritakan acara perjalanan tour Lisa dan beberapa percakapan dalam bahasa Mandari yang tampaknya dikuasai dengan baik oleh penulis.

Dari novel ini juga saya baru tahu kalo di Great Wall ada 29 menara. Dan, ada satu tempat wisata yang kayaknya keren banget yaitu danau Houhai, sebuah danau besar yang dikelilingi kafe, resto dan bar. Hmm...saya jadi pengen ke sana.

Balik ke kisah Lisa.

Setelah ditolak cintanya, Daniel resign dari restoran milik ayah Lisa. Dia pindah kerja ke restoran yang lebih elite dan bisa memberikan gaji yang besar. Sementara itu Alex kembali ke Indonesia setelah menyatakan cintanya pada Lisa dan lagi-lagi ditolak. Yah, karena sebenarnya Lisa mencintai Daniel. Hanya saja, kesalahpahaman membuat Lisa berpikir kalau Daniel sudah bertunangan dengan Yu Shiwen, salah seorang mantan pelayan di restoran Shan yang naksir berat sama Daniel dan selama ini menganggap Lisa sebagai saingannya.

Namun, yang namanya cinta memang takkan lari kemana. Daniel kembali menemui Lisa. Kali ini Lisa pun tak menampiknya. Cerita berakhir happy ending. Sederhana ya ? Tapi, saya suka dengan gaya penulisannya. Kisah yang sederhana pun jadi nggak kelihatan sederhana.

Penulis juga tampaknya sangat mahir melukiskan setting lokasi dalam novelnya. Saya malah curiga, si penulis pernah ikut tour ke Cina. He he he..dan sepertinya pernah belajar bahasa Mandarin. Kok, kelihatan fasih banget. Dan, tentu aja sangat kenal budaya Cina.

So, buat yang pengen beli novel ini, jangan ragu-ragu deh. Lebih bagus ketimbang novel LAST MINUTE IN MANHATTAN dan novel ROMA.


Rabu, 12 Juni 2013

KETIKA GONDRONG BIKIN BETE

Saya suka banget berambut pendek. Apalagi cuaca di Jakarta panas nian, lembab amboinya....Setiap dua bulan atau paling telat tiga bulan sekali saya pasti membabat rambut yang mudah panjang dan kewer-kewer ini. So, saya suka bete ngeliat pangeran yang hobi gondrong. Mana rambutnya tebel (diselingi uban juga sih, hehehe..tua sebelum waktunya hiks.).

Tapi, biarpun diomelin, dicubitin, dijitakin tetep aja emoh gunting rambutnya. Kadang, saya mikir apa nggak kepanasan gitu. Tapi, dia ngakunya biasa aja. Aduh, mana dia hobi keringetan juga. Mestinya ya itu kepanasan kan? Hiks....

Kadang, malah dia jawab gini : :Kan aku seniman, kayak Iwan Fals itu lho...jadi perlu gondrong

Lain waktu dia jawab gini : Wong, Yesus aja gondrong. Ya aku kan mengikuti Yesus toh.

Capcai puyung hai deh...Capeeee.

Alhasil, kami jadi pasangan unik. Yang cewek berambut pendek, kadang super pendek ala cowok. Lha, yang cowok malah gondrong. Dunia kebalik euy!

Lucunya, mamanya pangeran sering bilang gini : "Kok, Fanny mau ya sama kamu yang gondrong gitu?"

Dia menjawab kalem : "Lha, justru gondrongku ini yang bikin dia mabuk kepayang."

Aish! Seenaknya aja itu. Mana pernah saya mabuk kepayang sama gondrongnya. Pertama kali ketemu juga, dia cepak nyaris gundul gitu kok. Kayak calon ABRI. Eh, setelah makin dekat malah dia gondrongin rambutnya. Astaga! Tapi karena cinta sudah melekat, gondrong pun tak lagi saya lihat.....meski hati seringkali bete.


Sabtu, 08 Juni 2013

TIDAK BISA KIRIM PESAN DAN KOMENT DI FB

Beberapa hari lalu saya buat akun FB baru khusus Toko Buku Stroberi. Soalnya, kalo pake akun fb lama, nggak enak sama teman-teman blogger yang juga jadi temen di fb. Mungkin saja mereka udah mau muntah liat status saya yang lebih banyak berisi iklan jualan buku koleksi saya. He he he..Jadi, daripada diomelin sama teman-teman, akhirnya saya buat akun khusus deh.

Anehnya, akun yang baru berusia beberapa hari ini nggak lama kemudian kayak diblokir. Saya gak bisa nulis komentar di wall teman, di wall sendiri juga nggak ada kolom komentarnya. Gak bisa ngirim pesan di inbox juga. Terus muncul kalimat sementara diblokir untuk 30 hari. Tapi saya masih bisa nulis status dan berbagi link di wall sih.

Apakah karena lagi diblokir sebulan jadi nggak bisa nulis pesen di inbox dan nulis koment di wall teman ya? Adakah yang tahu cara mengatasinya? Cara ngadu ke facebook gitu? Atau, saya tunggu sampe sebulan? Ih, lama amat! Hiks....Kalo ada yang tahu caranya, plis kasih tau ya....

Jumat, 07 Juni 2013

DARI JUDUL KE JUDUL (Bagian 2)

Ketemu pertama kali di Beijing, jumpa kedua di Bangkok, berakhir di Barcelona dengan satu kalimat terucap dari bibirmu : Te Amo




Dibalik kerling matamu Saatirah, kutemukan Rahasia Sunyi....



Si parasit lajang berteriak lantang : TEROR MARRIED!



Dear you, rindu ini begitu menggebu dan hati ini selalu berbisik : saranghaeyo