Saya sudah membaca ratusan novel. Baik itu novel remaja, metropop, romantis, chicklit, drama, dll. Dan, dari hasil membaca novel-novel itu saya memiliki kesimpulan bahwa nggak semua novel yang kita baca itu mengandung moral yang bagus. Banyak sekali novel yang seolah-olah mengesahkan free sex dan hubungan sesama jenis. Yeah, memang hal-hal seperti ini sudah lazim di jaman serba canggih tapi tetap saja sebagai anak muda, kita harus waspada. Jangan sampai, apa yang kita baca itu menjadi patokan dalam pergaulan dengan lawan jenis (dalam hal ini berkaitan dengan freesex).
Dan, mengingat novel-novel itu beredar di toko buku dengan sangat bebasnya, saya rasanya kok berkewajiban mengingatkan para ortu yang punya anak remaja untuk lebih meneliti bacaan anak-anaknya. Kalau anak-anak remaja sudah mulai menyukai novel-novel romantis, sebaiknya para ortu ikut mengawasi novel yang dibacanya. Bila perlu ikut membaca sekilas novel itu lalu mendiskusikan isinya dengan si anak. Kenapa? Yah, karena banyak sekali kisah dalam novel yang isinya bisa ditiru anak-anak remaja seperti : berhubungan intim sebelum menikah, berciuman hot, dll.
Jadi, bukan saja pada saat anak berselancar di dunia maya yang harus diawasi, tapi juga saat mereka membaca novel-novel yang beraneka ragam jenisnya.
Katakanlah, saya mungkin memang terlalu kolot, konservatif, whatever. Tapi, saya sungguh prihati dengan isi novel-novel jaman sekarang. Bahkan, ada satu novel Korea yang baru saja saya baca. Aduh, menurut saya
deskripsi tentang hubungan suami isteri di novel itu rada detail. Saya sampai kaget. Kalo novel kayak gini dibaca anak-anak remaja gimana coba? Padahal itu bukan novel stensilan atau novel yang rada XXX. Saya sampai mikir, kok penerbitnya nggak sadar ya? Kok, seperti nggak ada sensornya gitu? Memang sih bahasanya halus banget tapi tetap aja bikin ngeri.
Dan, dari dasar hati yang paling dalam, saya sungguh terbeban untuk mengingatkan hal ini kepada teman-teman blogger yang telah menjadi ortu atau sebentar lagi jadi ortu. Mungkin saja, ada yang punya anak-anak remaja yang sudah mulai baca novel-novel romantis. Hati-hati! Jangan sampai apa yang dibaca itu yang ditiru.











